Alur Pemasaran Hasil pertanian


Alur pemasaran hasil pertanian adalah proses distribusi hasil pertanian mulai dari petani sampai kepada konsumen. Proses pemasaran dan alaur yang tepat akan berdampak pada keuntungan yang baik bagi petani, sehingga petani berhasil dalam usahataninya. Pada umumnya petani lebih suka menjual hasil panennya kepada pedagang atau pengumpul karena lebih mudah, mereka mendatangi petani pada saat panen, sehingga tidak perlu membawa ke pasar. Kelemahannya petani tidak dapat menentukan harga lebih dan untungnya minim, sedangkan pedagang dapat meraup keuntungan dari konsumen dan pengumpul dapat untung banyak karena dapat menjual ke perusahaan ataupun pasar induk. Pemasaran seperti ini kurang menguntungkan dari pihak petani.



 Alur Pemasaran Hasil Pertanian

1. Hasil Penen petani  → Pedagang   → Pasar → Pedagang Pengecer →Konsumen

2. Hasil Penen petani  → Pengumpul  → Perusahaan → Pedagang → Pengecer → 
                                       Konsumen
                                       Petani    → Pasar → Konsumen

3. Hasil Penen petani  → Pasar → Konsumen

Keterangan
 
1. Hasil Penen Petani : Hasil panen adalah produk dari hasil dari tanaman yang dibudidayakan 
    petani

2. Pedagang : Pedagang adalah orang yang mempeli hasil peratanian dari petani dan menjual 
    kembali dimana dia pekerjaan sehari-hari sebagai pedagang

3. Pengumpul : Pengumpul adalah orang-orang yang membeli hasil pertanian dalam jumlah 
    banyak dari petani, yang kemudian di kirim ke pasar-pasar modern.
 
4. Pasar : Pasar adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli, tempat menjual dan membeli 
      hasil pertanian

5. Konsumen: Konsumen adalah orang yang membeli hasil pertanian yang bertujuan untuk 
    dikonsumsi sendiri, tidak  untuk dijual kembali

1 komentar:

  1. thanks buat postingan nyaaa,,

    sukss untuk blog nya,,,,
    salam http://apliabelina.student.ipb.ac.id/

    BalasHapus

 

Copyright © Peduli Pertanian | Powered by Blogger